Jeneponto, 2 April 2018. Pengadilan Agama Jeneponto kedatangan keluarga baru dari Mahkamah Agung. Dua orang CPNS Calon Hakim Mahkamah Agung ditugaskan untuk melaksanakan agenda habituasi selama 80 hari kerja. Keduanya adalah Syahrul Mubaroq dan Itsnaatul Lathifah. Sebelumnya, mereka telah mendapatkan pengarahan secara langsung dari Mahkamah Agung di Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI, Megamendung, Bogor bersama dengan 1590 CPNS Calon hakim lainnya. Tentunya kedatangan dua CPNS Calon Hakim ini merupakan nafas segar bagi Pengadilan Agama Jeneponto. Setelah hampir tujuh tahun tidak ada penerimaan hakim di Mahkamah Agung, banyak kekosongan hakim yang mengakibatkan tidak imbangnya jumlah perkara dan hakim yang menanganinya.

Penerimaan CPNS Calon Hakim kali ini terbilang istimewa. Mahkamah Agung dinilai profesional dan terbuka dalam rekrutmen calon hakim di lingkungan empat peradilan. Penggunaan sistem CAT (Computer Assesment Test) sangat efektif dalam meminimalisir tindakan curang baik dari pihak penyelenggara maupun dari peserta.

Kerja sama Mahkamah Agung dengan BKN dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berbuah manis dengan terseleksinya 1590 CPNS Calon Hakim dari 30.715 pendaftar. Mahkamah Agung beritikad baik untuk memperbaiki citra dan kepercayaan publik dengan melakukan rekrutmen hakim yang bebas dari KKN. Hal ini terbukti banyak anak pejabat Mahkamah Agung yang gagal karena tidak mampu mencapai ambang batas nilai yang sudah ditentukan.

Setelah mendapatkan pengarahan dari Presiden RI dan Ketua Mahkamah Agung, CPNS Calon Hakim dikirim di berbagai daerah untuk melaksanakan pendidikan latihan dasar (Diklatsar) manajemen dan kepemimpinan selama satu bulan. Diklatsar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan nilai-nilai dasar ASN dan hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Habituasi merupakan bagian dari Diklatsar yang bertujuan untuk internalisasi nilai-nilai yang sudah dipahami. Selain itu, habituasi bertujuan untuk melaksanakan rancangan aktualisasi yang sudah disusun sebelumnya. Dalam tahapan ini, Mahkamah Agung berharap CPNS Calon Hakim mampu memahami manajemen yang berjalan di satuan kerja masing-masing. Untuk itu mereka ditugaskan di bagian sekretariatan pengadilan.

Pada sambutan penerimaan dan perkenalan antara CPNS Calon Hakim dengan pegawai pengadilan, Ibu Ketua Pengadilan Agama Jeneponto Dra. Hj. Badriyah, S.H., menjelaskan kondisi Pengadilan Agama Jeneponto yang sedang mengalami perbaikan gedung dan perbaikan sistem. Jumlah pegawai yang terbatas serta banyaknya pegawai yang mutasi dan pensium mengakibatkan tersendatnya pelayan publik yang ada di pengadilan Agama Jeneponto. Harapannya keduanya dapat membantu mengisi kekosongan tenaga meski tidak sesuai dengan arahan Mahkamah Agung mengingat kondisi yang demikian. (Isna)

 

Profil SDM

Sumber Daya Manusia di Pengadilan Agama Jeneponto terdiri dari 7 Hakim, 15 Pegawai Non Hakim dan 6 PPnPN

Hakim

smartslider3[4]

Pegawai

smartslider3[3]

Honorer

smartslider3[1]